Jumlah tersebut turun drastis sejak tiga tahun lalu di mana mereka menguasai sekitar 40 persen wilayah di Irak.
Angka tersebut dikeluarkan oleh seorang juru bicara Komando Operasi Gabungan mengkoordinasikan upaya anti-militan Brigadir Jenderal Yahya Rasool (Selasa, 11/4).
"Sampai Maret 31 (tahun ini), mereka hanya menduduki 6,8 persen dari wilayah Irak," kata Rasool seperti dimuat
Reuters.
Penurunan wilayah kekuasaan itu, jelasnya, disebabkan oleh berbagai upaya anggota pasukan, Irak dan asing dalam memerangi ISIS.
Diketahui bahwa ISIS mengejutkan dunia ketika mengambil alih Mosul, kota terbesar kedua di Irak, pada bulan Juni 2014 dan kemudian menyapu banyak jantung wilayah di negara tersebut.
Jangkauan ISIS di Irak memuncak pada bulan Agustus tahun lalu setelah diambil alih oleh pasukan Iran dibantu dengan koalisi pimpinan AS.
[mel]
BERITA TERKAIT: