Presiden Trump sebelum pertemuan inin mengungkapkan bahwa pertemuan ini akan membahwa mengenai perdagangan yang tidak adil yang dilakukan China hingga membuat negara AS merugi. Dalam hal ini, Trump akan menggunakan strategi yang diberikan penasehatnya untuk berhubungan dagang berdasarkan prinsip timbal balik.
"Itu salah satu hal yang akan kita bicarakan," ujar Trump seperti diberitakan
Reuters sesaat lalu, Kamis (7/4).
Dalam hal ini, suksesor Barack Obama itu akan turut membawa penasihat ekonomi dan Menteri Pertahanan Jim Mattis, Menteri Keuangan Steven Mnuchin, hingga Menteri Perdagangan Wilbur Ross.
Materi selanjutnya, kedua pemimpin ini akan membicarakan masalah ancaman Korea Utara. Korut saat ini tengah mengembangkan rudal balistik antar benua yang saat ini memiliki daya jelajah hingga ke wilayah AS,
Untuk itu, Trump meminta China untuk menggunakan pengaruhnya ke Korea Utara agar menghentikan kegiatan tersebut.
“Saya pikir China akan melangkah,†kata Trump.
Gedung Putih, lanjut Trump juga mengancam akan meninjau kembali kerjasama ekonomi dan militer antar kedua negara jika China tidak bergerak menghentikan ancaman Korut. Termasuk, mempertimbangkan memberi sanksi sekunder kepada bank-bank dan perusahaan-perusahaan China yang berbisnis dengan Pyongyang.
[ian]
BERITA TERKAIT: