Dalam aplikasi pribadi Telegram, kelompok hacker yang dikenal dengan nama United Cyber Caliphate (UCC) merilis 8.786 nama orang yang mayoritas berasal dari Amerika Serikat dan Inggris dan memerintahkan kepada mereka yang melihat video tersebut untuk membunuh mereka yang masuk daftar.
"Kami memiliki sebuah pesan bagi warga AS dan terutama bagi Presiden Trump kalian," begitu tulisan yang muncul di layar.
"Ketahuilah bahwa kami melanjutkan perang terhadapanda," sambung pesan tersebut seperti kata SITE Intelligence Group dan diberitakan
Russia Today pekan ini.
Daftar nama yang dimunculkan itu mencakup nomor telepon dan alamat email.
SITE masih bekerja untuk menentukan sumber dan otentifikasi dari daftar tersebut.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: