Kunjungan ini menarik perhatian, terutama dari China, pasalnya, wilayah tersebut dijalankan oleh New Delhi tapi diklaim oleh Beijing.
China diketahui mengklaim wilayah di Himalaya timur itu dan menyebutnya sebagai Tibet Selatan.
Kunjungan kali ini kembali menyulut ketegangan antara India dan China.
Sementara itu, Dalai Lama kepada
Reuters saat berada di bandara di kota Assam Guwahati mengatakan bahwa kunjungannya itu dilakukan untuk mempromosikan kerukunan beragama.
Ia mengaku senang bisa kembali di daerah yang dihidupkan kembali dan mengenang saat ia melarikan diri dari Tibet pada tahun 1959, setelah pemberontakan yang gagal terhadap kekuasaan China.
"Saya masih merasakan perasaan waktu itu," katanya.
China diketahui menganggap Dalai Lama seorang separatis yang berbahaya.
Sementara India sendiri mengundang Dalai Lama adalah untuk mempromosikan kebaikan agama, dan bukan politik.
[mel]
BERITA TERKAIT: