BBC melaporkan, demonstran menyerang gedung parlemen, menjebol pagar dan memecahkan kaca jendela.
Konstitusi Paraguay tahun 1992 yang diperkenalkan 35 tahun setelah negara itu hidup di bawah kediktatoran secara tegas membatasi masa jabatan presiden hanya lima tahun dan tidak dapat dipilih kembali.
Presiden Horactio Cartes yang sedang berkuasa berusaha untuk mengakhiri pembatasan itu dan menyusun pasal baru di dalam konstitusi yang memungkinkan presiden dipilih untuk periode berikutnya.
Kerusuhan di gedung parlemen terjadi Jumat malam atau Sabtu dinihari waktu Indonesia (1/4).
Polisi berusaha sekeras mungkin mengusir demonstran. Pasukan berkuda diturunkan, peluru karet ditembakkan, juga water canon disemprotkan untuk menghalau demonstran.
Puluhan orang dilaporkan terluka dalam bentrokan ini.
Menurut wartawan
Asuncion, Santi Carneri, gedung parlemen terbakar selama satu hingga dua jam.
[dem]
BERITA TERKAIT: