FBI: Rusia Pernah Menyusup Ke Kubu Republik, Tapi Bukan Trump

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 11 Januari 2017, 13:39 WIB
FBI: Rusia Pernah Menyusup Ke Kubu Republik, Tapi Bukan Trump
James Comey/Reuters
Kecil Besar
rmol news logo Rusia pernah menyusup ke kubu Republik dan domain lama Komite Nasional Partai Republik Amerika Serikat, namun tidak ke tim kampenye Donald Trump.

Begitu tudingan dari Direktur FBI James Corney (Selasa, 10/1).

Corney mengatakan bahwa kendati berhasil menyusup, namun Rusia tidak merilis informasi apapun yang diperoleh.

Dihadapan anggota FBI, Comey menyebut bahwa hasil penyelidikannya tidak mengembangkan bukti apapun bahwa kampanye Trump atau komain Komite Nasional Partai Republik saat ini berhasil diretas Rusia,

Pernyataannya itu seakan menekankan asumsi bahwa Rusia berada di belakang kemenangan Trump.

Diketahui bahwa FBI beberapa waktu terakhir menuding bahwa ada bukti kuat Rusia telah ikut campur dalam pemilu Amerika Serikat kemarin dengan meretas domain dan email kubu Demokrat dan mempublikasikannya sehingga mempengaruhi opini publik.

Rusia membantah tuduhan tersebut. Namun Amerika Serikat tak percaya dan mengusir 35 diplomat Rusia dari Amerika Serika.

Trump juga kerap membuat komentar di akun twitternya bahwa tuduhan itu tak berdasar. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA