Tolak Kekalahan Pemilu, Pemimpin Gambia Kirim Tentara Bersenjata Ke Komisi Pemilihan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 14 Desember 2016, 14:23 WIB
Tolak Kekalahan Pemilu, Pemimpin Gambia Kirim Tentara Bersenjata Ke Komisi Pemilihan
Yahya Jammeh/The Guardian
Kecil Besar
rmol news logo Penguasa otokratik Gambia, Yahya Jammeh menolak kekalahannya pada pemilihan presiden yang baru-baru ini digelar.

Ia mengirimkan tentara bersenjata untuk mengambil kendali dari markas komisi pemilihan dan mengajukan petisi kepada Mahkamah Agung.

Dalam petisi itu ia menyebut bahwa komisi pemilihan telah gagal untuk menyusun hasil pemilu. Jammeh kalah dari Challenger Adama Barrow.

Padahal, pekan lalu, ia pernah bersumpah untuk menghargai hasil pemilu meskipunan hasilnya menunjukkan bahwa ia kalah.

Namun tindakannya berubah setelah hasil resmi menunjukkan bahwa ia kalah dari pesaingnya,

Menindaklanjuti hal itu, pemimpin negara-negara tetangga Gambia seperti Nigeria, Liberia, Sierra Leone dan Ghana dijadwalkan untuk bertemu Jammeh pekan ini yang telah membuat Gambia terisolasi selama 22 tahun.

"Kami datang untuk membantu warga Gambia menemukan jalan mereka melalui transisi. Itu bukan hal yang bisa terjadi dalam satu hari. Ini adalah hal yang harus kita kerjakan," kala Presiden Liberia Ellen Jhonson Sirleaf.

Ia juga menegaskan bahwa negara-negara tetangga berusahan untuk membuat perdamaian tetap terjaga di Gambia selama proses transisi. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA