Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, SDM industri harus menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 sekaligus menghadapi perubahan teknologi yang berlangsung cepat.
“Visi Indonesia Emas 2045 tidak hanya bisa dicapai dengan pembangunan infrastruktur atau investasi modal,” kata Agus, dikutip Sabtu, 12 September 2026.
Menurutnya, investasi dan pembangunan tersebut harus ditopang SDM yang memiliki kemampuan sesuai kebutuhan industri.
“Harus ditopang oleh fondasi SDM Indonesia yang unggul, yaitu SDM yang menguasai teknologi, memahami proses industri, dan mampu beradaptasi terhadap perubahan yang cepat,” tegasnya.
Karena itu, Kementerian Perindustrian terus memperkuat pendidikan vokasi industri agar menghasilkan lulusan dengan kompetensi teknis, adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global.
Sehubungan dengan itu, Kemenperin menyelenggarakan pendidikan vokasi pada 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan SMK lewat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI).
Pendidikan tersebut menerapkan dual system yang mengintegrasikan pembelajaran di satuan pendidikan dengan praktik langsung di industri.
Plt. Kepala BPSDMI Kemenperin Adie Rochmanto Pandiangan mengatakan kualitas pendidikan vokasi Kemenperin juga tercermin dari berbagai prestasi akademik dan nonakademik yang diraih siswa dan mahasiswa.
“Politeknik, akademi komunitas, maupun SMK di bawah naungan Kementerian Perindustrian telah meraih berbagai prestasi akademik maupun nonakademik yang membanggakan,” demikian Adie.
BERITA TERKAIT: