Selain korban tewas, rabies juga menular ke puluhan orang lainnya.
Menyebarnya rabies terjadi setelah adanya penularan penyakit dari kelelawar.
Gubernur wilayah Loreto Peru, Fernando Meléndez menyebut bahwa pihaknya saat ini telah turun tangan dengan memvaksinasi orang-orang pribumi di kawasan tersebut.
"Hari ini orang-orang di Loreto hidup dalam tragedi," kata Meléndez seperti dimuat
The Guardian (Kamis, 11/2).
Sementara itu Wakil Menteri Kesehatan Percy Minaya menyebut bahwa pemeirntah pusat tengah mempersiapkan keadaan darurat yang berujung pada pembebasan dana untuk vaksin tambahan dan memberikan fasilitas bagi masyarakat yang terkena dampak.
Kematian akibat rabies yang disebabkan oleh gigitan kelelawar merupakan kasus yang langka di Peru. Sedangkan penduduk-pendudukan adat pribumi Peru di Amazon cenderung kekurangan akses ke pelayanan kesehatan dasar. Sehingga untuk bisa mendapatkan penanganan medis, warga pribumi harus menempuh perjalanan hingga berhari-hari.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: