Dalam pernyataan tertulis kantor Presiden Korea Selatan mengatakan bahwa utusan mereka membicarakan cara memecahkan ketegangan yang terjadi dan meningkatkan komunikasi yang baik.
Saling tembak senjata berjenis artileri yang terjadi sejak hari Kamis (20/8) kemarin telah mendorong PBB, Amerika, dan Tiongkok mengimbau kedua negara itu untuk menahan diri. Namun, seorang pejabat pertahanan Korea Selatan mengatakan, pihak militer negaranya masih dalam keadaan siaga meski sedang berlangsung perundingan antar dua negara.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari
Reuters, penasehat keamanan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye dan menteri unifikasi bertemu dengan penasehat militer tertinggi Kim Jong Un, Hwang Pyong So, dan seorang pejabat veteran masalah antar Korea, Kim Yang Gon.
Wakil Penasehat Keamanan Nasional Korsel, Kim Kyou-hyun dalam pernyataannya mengatakan bahwa antara Korut dan Korsel sepakat untuk berunding mengenai permasalahan konflik yang sedang berlangsung.
"Korea Selatan dan Korea Utara sepakat untuk melakukan kontak terkait dengan situasi yang sekarang terjadi dalam hubungan Selatan-Utara," ujar Kim Kyou-hyun dalam satu jumpa pers yang disiarkan di televisi.
Sedangkan pada hari Jumat (21/8) lalu Pyongyang mengajukan usulan perihal pertemuan tersebut. Sementara Seoul mengajukan usulan yang diubah untuk menghadirkan Hwang dalam pertemuan itu.
[ian]
BERITA TERKAIT: