SKANDAL 1MDB

Bila Tuduhan Terbukti, Najib Razak Catat Sejarah Baru di Malaysia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Senin, 06 Juli 2015, 11:28 WIB
Bila Tuduhan Terbukti, Najib Razak Catat Sejarah Baru di Malaysia
najib razak/net
rmol news logo Kini perhatian publik Malaysia dan dunia tertuju kepada otoritas bank sentral dan bank lokal negara itu yang disebutkan terlibat atau setidaknya mengetahui transfer dana dalam jumlah fantastis ke rekening Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

Apakah otoritas bank sentral dan bank lokal Malaysia tersebut akan mengakui transfer ilegal senilai 940 juta dolar AS itu, atau membantahnya?

Kasus transfer dana yang mencurigakan ke rekening Najib Razak dilaporkan Wall Street Journal hari Jumat lalu (3/7). Menurut WSJ, dana sebesar itu dikirimkan antara bulan Maret 2013 dan Februari 2015 ke rekening Najib di AmBank.

Bank Negara Malaysia sebagai regulator yang memiliki kewenangan seharusnya menyadari transfer ini, terutama transfer terbesar dari bank Swiss, Falcon Private Bank, di Singapura pada bulan Maret 2013 senilai 620 juta dolar AS.

AmBank sendiri tercatat sebagai bank terbesar kelima dalam hal kepemilikan aset di Malaysia.

Perdana Menteri Najib Razak sudah membantah tuduhan ini dan mengaitkannya dengan konflik antara dirinya dengan mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

Kepada harian Singapura, The Straits Times, sejumlah petinggi Umno yang berkuasa di Malaysia mengatakan pernyataan Najib bahwa dana itu tidak digunakan untuk keperluan personal tidak menjawab pertanyaan apakah transfer tersebut ada atau tidak.

Dana yang dikirim ke bank pribadi Najib diduga terkait dengan program 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Salah satu tuduhan mengatakan Najib menerima uang sebanyak RM 42 juta atau setara dengan 15 juta dolar AS dari SRC International, sebuah perusahaan yang dimiliki Menteri Keuangan.

Sementara Falcon Private Bank yang mengirimkan dana sebesar 620 juta dolar AS dimiliki International Petroleum Investment Company (IPIC) milik Abu Dhabi, yang juga memiliki bond 1MDB dalam jumlah miliaran dolar AS.

Bank Negara mengatakan, pada tanggal 3 Juni lalu sempat meminta penjelasan dari 1MDB yang diketuai Najib. Tetapi Bank Negara tidak bisa membuka detil dari pemeriksaan itu.

Adapun 1MDB di hari yang sama dengan pemberitaan WSJ yang bikin heboh itu sudah menyatakan tidak pernah mengirimkan uang kepada Najib.

Jaksa Agung Abdul Gani Patail dilaporkan tengah memimpin langsung investigasi kasus ini. Bila semua tuduhan itu terbukti, maka Najib akan menjadi Perdana Menteri pertama dalam sejarah Malaysia yang didakwa menerima dana secara ilegal. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA