Pandangan tersebut disampaikan Prof. Din Syamsuddin saat menjadi pembicara pada Konferensi Internasional yang diselenggarakan Universiti Sultan Azlan Shah (USAS), Perak, Malaysia, dikutip Kamis, 23 Juli 2026.
Menurut Din Syamsuddin, kejayaan tersebut dibangun di atas fondasi ilmu pengetahuan. Karena itu, revitalisasi pendidikan Islam harus dilakukan melalui kontekstualisasi terhadap tantangan zaman sekaligus mengambil inspirasi dari keberhasilan masa lalu dengan orientasi masa depan.
"Agenda mendesak adalah revitalisasi pendidikan Islam yakni dengan menemukan kembali elan-vital peradaban Islam yg pernah berjaya pada abad-abad pertengahan," tegasnya.
Menjawab pertanyaan moderator mengenai keberhasilan Muhammadiyah sebagai gerakan pendidikan, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu menjelaskan bahwa orientasi pendidikan Muhammadiyah adalah pencerahan yang dijalankan melalui tahapan pembebasan, pemberdayaan, dan pemajuan potensi insani.
Dia menambahkan, pendidikan Muhammadiyah juga bersifat inklusif atau terbuka bagi semua kalangan. Bahkan, di sejumlah wilayah dengan penduduk Muslim sebagai minoritas, sekolah dan perguruan tinggi Muhammadiyah justru memiliki mayoritas siswa dan mahasiswa non-Muslim.
Menurutnya, hal itu merupakan manifestasi dari Islam yang rahmatan lil 'alamin.
Dalam perspektif tersebut, Din menilai pendidikan harus menjadi instrumen utama dalam melahirkan sumber daya manusia yang unggul sekaligus mendorong lahirnya peradaban global yang membawa kemaslahatan bagi seluruh umat manusia, tanpa membedakan latar belakang agama maupun kebangsaan.
Pada bagian lain presentasinya, Pengasuh Pesantren Modern Internasional Dea Malela itu juga mengingatkan bahwa dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum masih menjadi persoalan yang membelenggu pendidikan Islam.
Menurutnya, langkah Malaysia yang membagi ilmu pengetahuan ke dalam ilmu kewahyuan dan ilmu keaqlian merupakan kemajuan, namun integrasi harus diperluas hingga menyentuh substansi seluruh cabang ilmu pengetahuan agar lahir wawasan keterpaduan yang utuh.
Model tersebut, kata Din Syamsuddin, telah diterapkan di PMI Dea Malela, Sumbawa.
BERITA TERKAIT: