Menurut laporan media setempat
Haaretz seperti dimuat
Press TV (Selasa, 9/6), sebanyak 3,8 persen tentara laki-laki dan 0,3 persen tentara wanita yang masuk militer pada tahun lalu memiliki catatan kriminal.
Catatan kriminal ribuan tentara baru itu pun beragam, mulai dari penyalahgunaan narkoba, pencurian, hingga kejahatan seks.
Masih dalam laporan yang sama, disebutkan juga bahwa militer Israel merekrut tentara dengan catatan kriminal dengan penawaran kesempatan untuk mengajukan permintaan yang isinya adalah rekomendasi resmi kepada presiden agar rekam jejak kejahatannya dihapus.
Semakin banyaknya tentara baru yangmemiliki catatan kriminal menyebabkan masalah baru. Salah satunya yang paling mencolok adalah kejahatan seksual di kalangan militer.
Kepala Jaksa Militer Israel Udi Ben Eliezer menyebut bahwa kejahatan seksual di kalangan militer saat ini meningkat dua kali lipat bila dibandingkan dengan tahun 2012 lalu.
[mel]
BERITA TERKAIT: