"Di kapal Taiwan tersebut ada 49 ABK, 21 di antaranya adalah WNI sedangkan yang lainnya di antaranya berasal dari China, dan Vietnam," kata Retno di
Kompas TV beberapa saat lalu (Senin, 9/3).
Kapal Hsiang Fu Chun yang berbobot 700 ton tersebut diketahui hilang kontak tak lama setelah melaporkan adanya kebocoran di dek pada 26 Februari lalu. Sejak saat itu, keberadaannya belum diketahui hingga saat ini.
"Lementerian Luar Negeri saat ini sedang mencari informasi lebih banyak dengan menjalin komunikasi dengan banyak pihak, termasuk agen penyalur di Indonesia yang mempekerjakan ABK di kapal-kapal Taiwan," jelas Retno.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: