Kecaman itu bukan tanpa alasan, karena dibukanya bendungan menyebabkan sejumlah wilayah dilairi air berlebih dan memicu terjadinya banjir.
"Puluhan rumah diisi dengan air dari bendungan Israel yang sebagian besar dibuka pagi ini menuju Jalur Gaza. Tindakan ini melipatgandakan penderitaan warga Gaza," kata Menteri Perumahan Umum Palestina Mufid al-Hasaynah.
Tim penyelamat dan petugas pemadam kebakaran pun akhirnya dikerahkan ke daerah pusat Jalur Gaza untuk menyelamatkan puluhan warga Palestina yang terjebak di rumah-rumah mereka setelah Israel membuka bendungan.
Sebagai upaya penanganan, sejumlah buldoser kemudian dikerahkan untuk membawa pasir dan mengurangi jumlah air yang menutupi pemukiman warga.
Kepala pertahanan sipil Gaza, seperti dimuat
Xinhua, Mohamed Abu Shamallah, tingkat air di daerah di pusat Jalur Gaza bahkan sempat mencapai tiga meter.
[mel]
BERITA TERKAIT: