Seperti dimuat
Press TV (Senin, 16/2), massa yang datang dari kalangan pelajar, mahasiswa, politisi, tokoh masyarakat, dan aktivis HAM itu berkumpul di ibu kota Tunisia dan mengecam media-media mainstream Barat yang dinilai bias dalam pemberitaan.
Mereka menyebut bahwa cara media Amerika Serikat meliput pembunuhan mahsiswa Muslim merupakan bentuk penghinaan terhadap lebih dari satu miliar umat Islam di dunia.
"Media Barat mengutamakan apa yang disebut para ahli, politisi, dan intelektual yang berbaris dengan pembunuh (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu setelah penembakan Charlie Hebdo, sementara Muslim yang menjadi korban teroris Amerika diabaikan," kata seorang wanita muda di protes.
"Membenarkan pembantaian yang dilakukan oleh seorang ekstrimis Amerika adalah kejahatan dan bentuk terorisme," kata pengunjuk rasa lain.
Para pengunjuk rasa menyamakan kebiadaban dari penembak dengan kelompok ISIS di Irak dan Suriah.
"Hak asasi manusia tidak dapat dipisahkan sesuai dengan kepentingan negara, kejahatan teroris harus dilaporkan seperti itu. Kami membanting terorisme dari ISIL yang membakar pilot Yordania mati tapi kita juga mengutuk pembunuhan tiga muslim tak berdosa Amerika," kata seorang pengunjuk rasa lainnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: