Presiden Turki Geram Obama Tutup Mulut Soal Pembunuhan 3 Mahasiswa Muslim

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 13 Februari 2015, 10:54 WIB
Presiden Turki Geram Obama Tutup Mulut Soal Pembunuhan 3 Mahasiswa Muslim
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan/net
rmol news logo Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritisi Presiden Amerika Serikat Barack Obama karena sikapnya yang diam terkait pembunuhan tiga orang mahasiswa Muslim di negaranya.

"Jika anda tetap diam ketika menghadapi insiden seperti ini, dan tidak memberikan pernyataan, duania akan tetap diam terhadap anda," kata Erdogan yang tengah mengunjungi Mexico seperti dimuat BBC (Jumat,13/2).

Ia juga menyayangkan sikap politisi top Amerika Serikat lainnya seperti Menteri Luar Negeri John Kerry dan Wakil Presiden Joe Biden yang juga seolah menutup mata atas kejadian yang diduga melibatkan motif kebencian atas agama itu.

"Sebagai politisi, kita semua bertanggungjawab atas apa yang terjadi di negara kita dan kita harus menunjukkan posisi kita," sambung Erdogan.

Diketahui, tiga mahasiswa muslim yakni pasangan suami-istri Deah Shaddy Barakat (23 tahun) dan Yusor Mohammad Abu-Salha (21 tahun) serta adik perempuan Yusor, Razan Mohammad Abu-Salha (19 tahun) tewas ditembak oleh tetangganya, Craig Stephen Hicks. Ketiganya dibunuh di apartemennya sendiri di Summerwalk Circle, Chapel Hill Selasa lalu.

Dugaan polisi sementara, motif di balik aksi pembunuhan itu adalah sengketa lahan parkir di apartemen. Namun demikian, masih diselidiki apakah ada motif kebencian agama di balik pembunuhan itu. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA