Sebanyak 170 negara mendukung resolusi sementara enam negara menolak. Disebutkan dalam resolusi tersebu bahwa insiden tumpahan minyak merupakan bencana lingkungan hidup yang menyebabkan polusi secara luas.
Menanggapi hal ini, delegasi Israel mengatakan bahwa resolusi itu bias. Resolusi dinilai dikeluarkan sebagai bagian menciptakan agenda anti Israel di PBB.
"Resolusi ini dikeluarkan jauh setelah efek tumpahan minyak terjadi dan bertujuan tidak lain yaitu berkontribusi menciptakan agenda anti-Israel di PBB," ujar pernyataan delegasi Israel yang kepada kantor berita
Associated Press tidak disebutkan namanya (Minggu, 21/12).
Konflik 2006 terjadi ketika kelompok Hezbollah Lebanon melancarkan serangan dan menangkap dua serdadu Israel. Pihak Israel membalas dengan melancarkan serangan udara dan laut di seluruh Lebanon dan memobilisasi pasukan ke Lebanon selatan. Akibatnya, lebih dari 1.000 orang Lebanon, sebagian besar warga sipil, dan sekitar 160 orang Israel yang sebagian besar serdadu tewas.
Dalam pertempuran itu, armada jet tempur Israel menggempur sebuah pembangkit listrik yang mengakibatkan sebanyak 15.000 ton minyak tumpah ke bagian timur Laut Mediterania. Tumpahannya kini melebar 120 kilometer sepanjang pesisir laut.
BERITA TERKAIT: