Deputi Bidang Produksi UKM Kementerian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta menyebut, perusahaan-perusahaan Korea Selatan melalui Korea Trade-Investment Promotion Agency (KOTRA) mengimplementasikan CSR yang sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia yang salah satunya adalah mengembangkan UKM.
"Dukungan perusahaan-perusahaan Korea melalui KOTRA adalah dengan mengawal sejumlah program, termasuk One Village One Product (OVOP) untuk meningkatkan kualitas unggulan daerah dan meningkatkan daya saing," ujarnya di sela gelaran ROK-RI Forum CSR 2014 di Shangri La Hotel Jakarta beberapa saat lalu (Selasa, 16/12).
Ia mencontohkan sejumlah keberhasilan program CSR dalam mendorong pengembangan produk di beberapa wilayah di Indonesia.
"Misalnya saja produk bawang goreng di Palu yang didukung oleh program ini. Ada juga produk lidah buaya yang dikembangkan di Kalimantan Barat dengan dukungan dari KOTRA," sambungnya.
Wayan menambahkan, Indonesia menargetkan untuk mengembangkan sekitar 500 produk dari sejumlah wilayah hingga tahun 2020 mendatang.
"Dukungan perusahaan-perusahaan Korea lewat CSR-nya bisa membantu pengembangan produk-produk kita ke depannya," tutur Wayan.
Bukan hanya itu, Wayan juga menakankan bahwa dukungan perusahaan-perusahaan Korea Selatan lewat CSR turut membantu Indonesia dalam mempersiapkan diri menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.
"Kita jadi punya lebih banyak produk unggulan dan daya saing yang lebih kuat," tandasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: