Saham Goldman Sachs dan Morgan Stanley menjadi penopang utama pasar. Keduanya melaporkan kenaikan laba kuartalan berkat maraknya aktivitas transaksi korporasi. Saham Goldman melonjak 4,6 persen, memberikan dorongan terbesar bagi Dow Jones, sedangkan Morgan Stanley melesat 5,8 persen.
Saham teknologi juga menguat, dipimpin oleh sektor chip. TSMC memproyeksikan pertumbuhan tahunan yang kuat dan menyatakan akan menambah kapasitas produksi di Amerika Serikat. Saham TSMC yang diperdagangkan di AS melonjak 4,4 persen, sementara indeks saham semikonduktor naik 1,8 persen. Saham Nvidia, Broadcom, dan Applied Materials ikut mencatat kenaikan.
Dikutip dari Reuters, Jumat, 16 Januari 2026, pada penutupan perdagangan Rabu, indeks Dow Jones Industrial Average naik 292,81 poin atau 0,60 persen ke level 49.442,44, S&P 500 menguat 0,26 persen ke 6.944,47, sementara Nasdaq Composite naik 0,25 persen ke posisi 23.530,02.
Sebelumnya, sektor perbankan sempat tertekan oleh laporan kinerja bank lain yang beragam serta kekhawatiran pasar terhadap rencana Presiden AS Donald Trump untuk membatasi suku bunga kartu kredit maksimal 10 persen selama satu tahun. Namun sentimen tersebut mereda seiring laporan keuangan yang lebih positif dari bank-bank besar.
Menurut CEO Longbow Asset Management, Jake Dollarhide, investor mulai melirik saham-saham yang dinilai lebih murah dibandingkan saham teknologi. “Selama beberapa tahun terakhir pasar hanya fokus pada saham pertumbuhan dan teknologi. Hari ini, yang menonjol justru bank dan sektor industri tradisional," ujarnya.
BERITA TERKAIT: