Pesawat Tabrak Rumah, Setidaknya Enam Orang Tewas

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/aldi-gultom-1'>ALDI GULTOM</a>
LAPORAN: ALDI GULTOM
  • Selasa, 09 Desember 2014, 05:10 WIB
Pesawat Tabrak Rumah, Setidaknya Enam Orang Tewas
Kecil Besar
rmol news logo Setidaknya enam orang tewas setelah pesawat menabrak sebuah rumah di Gaithersburg, Maryland, Amerika Serikat.
HUT RMOL news

Pesawat itu bermerk Embraer SA bermesin ganda Phenom 100, menabrak rumah yang letaknya sekitar 1,6 Km dari Montgomery County Airpark di Gaithersburg, pinggiran Washington DC.

Dikutip dari Reuters, seorang pejabat pemadam kebakaran mengatakan, kecelakaan jet eksekutif tersebut menewaskan tiga orang di pesawat dan tiga lagi di daratan.

Sementara beberapa media lain mengutip seorang pejabat pemadam kebakaran setempat yang mengatakan baru tiga korban ditemukan di dalam pesawat terbang kecil yang jatuh itu.

Jurubicara pemadam kebakaran Montgomery, Pete Piringer, tidak memastikan apakah ada orang lain di dalam rumah pada saat kecelakaan terjadi Senin pagi. Ia juga tidak berani memastikan apakah ada korban lain berada di dalam pesawat yang punya kapasitas tempat duduk antara empat dan enam orang itu.

Pete mengatakan, jet menabrak satu rumah, dan membakar dua rumah lainnya. Dia menambahkan bahwa anak buahnya berhasil mengendalikan api dan segera melakukan operasi pencarian dan penyelamatan untuk menemukan siapa pun di rumah dan pesawat.

Kabar lain menyatakan, tiga orang di pesawat tewas dan seorang ibu serta dua anak meninggal di dalam rumah.

Seorang juru bicara Federal Aviation Administration mengatakan pesawat itu jatuh dalam perjalanan kembali ke bandara. Sementara Dewan Keselamatan Transportasi Nasional mengatakan bahwa pihaknya sedang menyelidiki kecelakaan itu.

Saksi mengatakan kepada media setempat bahwa pesawat itu telah berputar-putar dengan roda di bawah, dan tampak seolah-olah pilot berjuang untuk mengendalikannya.

BBC melaporkan keterangan saksi yang mengatakan kepada media setempat bahwa pesawat itu tampaknya akan berjuang untuk mempertahankan ketinggian sebelum jatuh.

Seorang saksi, Fred Pedreira (67) yang tinggal di dekat lokasi kejadian, mengatakan, ia baru saja pulang dari toko kelontong dan memarkir mobil ketika ia melihat pesawat itu menukik.

"Saya pikir dia datang terlalu rendah. Kemudian dia menukik 90 derajat, ke samping, dan kemudian ia menabrak dalam rumah. Terlihat bola api dan itu mengerikan," kata Pedreira. [ald]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA