Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian (Kementan) Sudi Mardianto mengatakan produksi cabai rawit pada September diperkirakan mencapai sekitar 119 ribu ton.
Produksi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menjaga ketersediaan cabai rawit di berbagai daerah dalam beberapa bulan mendatang.
Di Jawa Timur, tanaman cabai rawit yang siap dipanen di Banyuwangi telah mencapai sekitar 1.486 hektare. Sementara Kabupaten Sampang memiliki tanaman cabai rawit sekitar 1.691 hektare dengan produksi yang mulai meningkat hingga sekitar 5.000 ton.
Adapun sentra produksi cabai rawit di Pulau Jawa masih berada di Temanggung, Brebes, dan Magelang. Sebagian tanaman di wilayah tersebut masih dalam fase awal pertumbuhan sehingga produksinya diperkirakan meningkat secara bertahap.
Menurut Sudi, tambahan produksi dari sejumlah sentra tersebut diharapkan mampu menjaga pasokan sekaligus mengantisipasi potensi kenaikan harga menjelang periode Natal dan Tahun Baru.
Petani Champion Cabai binaan Kementan juga disiapkan untuk mendukung distribusi pasokan melalui program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP).
"Melalui program tersebut, pasokan cabai rawit dari daerah berproduksi tinggi akan disalurkan ke wilayah yang mengalami lonjakan harga sehingga gejolak pasar dapat ditekan dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," kata Sudi, dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Senin 14 September 2026.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga cabai rawit merah pada Minggu mencapai Rp90.050 per kilogram.
Sementara harga cabai rawit hijau tercatat Rp64.700 per kilogram, cabai merah keriting Rp62.950 per kilogram, dan cabai merah besar Rp54.200 per kilogram.
BERITA TERKAIT: