Menurutnya, Iran tidak memiliki persoalan dengan Arab Saudi maupun negara-negara tetangganya dan menginginkan hubungan yang tulus dengan seluruh negara di kawasan.
“We are not at war with Saudi Arabia,” tegasnya, dikutip dari
India Today, Minggu, 13 September 2026.
Pezeshkian juga menepis keterkaitan langsung Teheran dengan serangan yang dilakukan kelompok Houthi.
Dia mengatakan, kelompok tersebut memiliki persoalannya sendiri dan berbagai kelompok di kawasan mengambil tindakan sebagai respons terhadap serangan yang mereka alami.
Pernyataan Presiden Iran itu muncul ketika ketegangan antara pemerintah Yaman yang didukung Riyadh dan kelompok Houthi masih berlangsung.
Serangan Houthi di Arab Saudi beberapa hari sebelumnya dilaporkan menyebabkan lebih dari 70 orang terluka.
Lebih jauh, Pezeshkian mengusulkan agar Iran, Arab Saudi, Turki, Pakistan, dan negara-negara lain di kawasan duduk bersama untuk membentuk kerangka perdamaian dan keamanan regional.
“Tidak ada alasan bagi wilayah ini untuk berada dalam konflik," kata dia, seraya menilai negara-negara Timur Tengah dapat membangun mekanisme kerja sama seperti yang dilakukan negara-negara Eropa setelah melewati sejarah konflik panjang.
Menurut Pezeshkian, setiap negara tetap dapat mempertahankan identitas dan kepentingannya masing-masing dalam sebuah kerangka keamanan bersama. Kerja sama itu, kata dia, juga perlu diperluas melalui hubungan perdagangan dan ekonomi.
Dia turut menegaskan bahwa Iran tidak memiliki persoalan dengan Uni Emirat Arab (UEA), bahkan menyebut negara-negara kawasan sebagai saudara yang memiliki hubungan perdagangan dan sosial dengan Teheran.
Di tengah upaya tersebut, Pezeshkian bertemu Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan di sela-sela KTT BRICS India, Sabtu, 12 September 2026.
BERITA TERKAIT: