PBB Soroti Kemerosotan Ekonomi Afrika Barat Pasca Ebola

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/shoffa-a-fajriyah-1'>SHOFFA A FAJRIYAH</a>
LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH
  • Sabtu, 06 Desember 2014, 17:13 WIB
PBB Soroti Kemerosotan Ekonomi Afrika Barat Pasca Ebola
rmol news logo Wabah Ebola yang menjangkiti ribuan orang di Afrika Barat bukan hanya menyebabkan jatuhnya korban jiwa tapi juga mebuat perekonomian negara-negara di kawasan tersebut merosot.

Hal tersebut diangkat oleh Sekretaris Jendral Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Ban Ki Moon dalam sebuah rapat panel yang membahas isu-isu sosial dan ekonomi di New York, Jumat (5/12).

"Sebelum wabah Ebola melanda, ekonomi Guinea, Liberia, dan Sierra Leone hidup dan berkembang. Sekarang kondisinya lemah dan stagnan. Pendapatan turun. Harga telah meningkat. Orang-orang kelaparan," kata Ban, seperti dikutip Washington Times.

Berdasarkan sebuah laporan PBB, Ebola telah mempengaruhi orang-orang yang aktif secara ekonomi. Misalnya, dari mereka yang terinfeksi di Sierra Leone berada dalam usia 15-49 tahun.

"Banyak keluarga yang telah kehilangan pendapatan. Lebih dari 3.300 anak menjadi yatim piatu. Dampak sosial dan ekonomi telah luas dan mendalam. (Keterpurukan ekonomi) Ini akan terjadi lebih lama dari wabah itu sendiri," ujar Ban.

"Itu sebabnya penting  kita bekerja untuk mengakhiri wabah Ebola, kamijuga harus mulai fokus pada pemulihan," tandasnya. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA