Hal tersebut diangkat oleh Sekretaris Jendral Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Ban Ki Moon dalam sebuah rapat panel yang membahas isu-isu sosial dan ekonomi di New York, Jumat (5/12).
"Sebelum wabah Ebola melanda, ekonomi Guinea, Liberia, dan Sierra Leone hidup dan berkembang. Sekarang kondisinya lemah dan stagnan. Pendapatan turun. Harga telah meningkat. Orang-orang kelaparan," kata Ban, seperti dikutip
Washington Times.
Berdasarkan sebuah laporan PBB, Ebola telah mempengaruhi orang-orang yang aktif secara ekonomi. Misalnya, dari mereka yang terinfeksi di Sierra Leone berada dalam usia 15-49 tahun.
"Banyak keluarga yang telah kehilangan pendapatan. Lebih dari 3.300 anak menjadi yatim piatu. Dampak sosial dan ekonomi telah luas dan mendalam. (Keterpurukan ekonomi) Ini akan terjadi lebih lama dari wabah itu sendiri," ujar Ban.
"Itu sebabnya penting kita bekerja untuk mengakhiri wabah Ebola, kamijuga harus mulai fokus pada pemulihan," tandasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: