Begitu ditegaskan Deputi II Menko Polhukam Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Dubes Agus Sriyono dalam pertemuan Komite IV Majelis Umum PBB, yang membahas mengenai laporan UNRWA di New York, Amerika Serikat, Rabu (5/11) kemarin waktu setempat.
"Kami tegaskan kembali komitmen Indonesia untuk selalu mendukung United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugee in the Near East (UNRWA) dalam menyediakan bantuan bagi para pengungsi Palestina," ujar Dubes Agus seperti dikutip dari rilis Sekretaris III Utusan Tetap RI pada Perserikatan Bangsa-Bangsa, Ricardo S. Ruru kepada
RMOL, Kamis (6/11).
Dubes Agus juga menyampaikan kembali tuntutan Indonesia agar Israel memberi akses dan kemudahan bagi para staf UNRWA dalam melaksanakan tugas mereka.
"Indonesia juga mendesak Israel agar menghormati kekebalan yang dimiliki UNRWA sebagai badan PBB, dan agar Israel menghentikan pengenaan bea masuk dan penyitaan barang-barang UNRWA," tambah Dubes Agus.
Disebutkan, partisipasi Indonesia dalam pertemuan tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk terus memperkuat dukungan kepada pemerintah dan rakyat Palestina, baik secara politis maupun melalui peningkatan kapasitas.
Selain mengenai UNRWA, Dubes Agus juga kembali menegaskan tuntutan Indonesia agar Israel segera mengakhiri pendudukan atas wilayah Palestina. Khusus mengenai Gaza, disuarakan juga tuntutan agar Israel mencabut blokade-nya atas wilayah tersebut. Hal ini mengingat kondisi sosial-kemanusiaan warga Palestina yang tinggal di Gaza sudah sangat memprihatinkan akibat blokade itu.
UNRWA merupakan badan PBB yang khusus bertugas untuk menyediakan bantuan bagi warga Palestina yang mengungsi sebagai akibat pembentukan negara Israel pada 1948. Saat ini terdapat sekitar 5 juta pengungsi Palestina yang menjadi tanggung jawab UNRWA. Bantuan yang diberikan UNRWA sangat beragam, mulai dari bantuan pangan dan kesehatan, hingga bantuan pendidikan dan pelatihan kerja.
Indonesia adalah salah satu negara yang rutin memberikan bantuan keuangan secara sukarela kepada UNRWA.
[wid]
BERITA TERKAIT: