Berbicara dalam upacara kelulusan pilot Angkatan Udara Israel di Pangkalan Udara Hatzerim pada Kamis, 9 Juli 2026, waktu setempat, Netanyahu menegaskan bahwa Israel tetap bersiap menghadapi berbagai kemungkinan.
"Perang ini belum berakhir. Ancaman masih terus berdatangan dan ancaman baru juga terus muncul. Kami menyadari hal itu dan kami siap menghadapi segala skenario," kata Netanyahu, dikutip Jumat, 10 Juli 2026.
Ia menambahkan bahwa menjaga keunggulan udara merupakan pilar utama doktrin keamanan nasional Israel. Menurutnya, dominasi di udara menjadi faktor penting untuk mempertahankan stabilitas di kawasan Timur Tengah yang terus bergejolak.
Pernyataan Netanyahu muncul setelah Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali saling melancarkan serangan dalam dua hari terakhir. Eskalasi tersebut dipicu oleh serangan Iran terhadap tiga kapal dagang di Selat Hormuz, yang kemudian memicu respons militer dari Washington.
Sementara itu, Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir, juga menegaskan bahwa operasi militer terhadap Iran masih jauh dari selesai.
"Kampanye militer melawan Iran belum berakhir. Kami telah menyiapkan rencana-rencana baru. Operasi besar masih menanti di depan. Bersiaplah," ujar Zamir.
Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat sempat mencapai nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada 17 Juni untuk menghentikan konflik dan membuka jalan menuju perjanjian damai yang lebih permanen. Namun, Presiden AS Donald Trump pada Rabu menyatakan bahwa kesepakatan tersebut "telah berakhir", sehingga memicu kembali konfrontasi militer antara kedua negara.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: