Pemakaman ini menjadi penutup rangkaian upacara penghormatan selama sepekan yang dihadiri jutaan pelayat dari berbagai wilayah Iran maupun sejumlah negara lain.
Sebelum dimakamkan, peti jenazah diarak mengelilingi kompleks Makam Imam Reza sebagai bagian dari prosesi pemakaman. Salat jenazah dipimpin oleh putra sulungnya, Ayatollah Seyyed Mostafa Khamenei, sebelum jenazah dimakamkan dalam upacara yang juga dihadiri keluarga dan para tokoh agama.
Lautan pelayat memadati kompleks makam hingga jalan-jalan utama di sekitarnya. Sepanjang prosesi, massa meneriakkan slogan "Matilah Amerika", "Matilah Israel", dan "Matilah mereka yang menentang Perwalian Sang Ahli Hukum." Bendera merah bertuliskan "Ya Latharat al-Hussein" juga berkibar sebagai simbol duka sekaligus seruan menuntut keadilan.
Rangkaian penghormatan terhadap Khamenei telah dimulai sejak pekan lalu. Menurut media pemerintah Iran, acara diawali dengan kehadiran pejabat dari lebih dari 45 negara dan ulama dari lebih dari 90 negara, kemudian dilanjutkan dengan prosesi di Teheran, Qom, dan Masjid Jamkaran sebelum berakhir di Mashhad.
Prosesi penghormatan juga berlangsung di luar Iran. Media pemerintah Iran melaporkan sekitar 10 juta orang menghadiri acara penghormatan di Najaf dan Karbala, Irak. Pelayat dari Afghanistan, Pakistan, India, Turki, hingga Nigeria juga datang untuk memberikan penghormatan terakhir.
Sepanjang prosesi, rekaman suara pidato Khamenei diperdengarkan melalui pengeras suara yang memicu tangis para pelayat. Massa juga membawa spanduk yang mengecam Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta meneriakkan slogan "Balas dendam, balas dendam" di sepanjang rute pemakaman.
Menurut pemerintah Iran, Khamenei tewas dalam serangan pada 28 Februari 2026 yang dituduhkan dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada awal perang selama 40 hari. Dalam serangan itu, sejumlah anggota keluarga Khamenei juga dilaporkan turut tewas.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: