Pesawat yang dirancang untuk menyelidiki penyebab hilangnya air dari Mars ini telah berjalan sejauh 442 juta mil atau sekitar 711 juta km dari bumi. Kini Mars Atmosphere dan Volatile Evolution (MAVEN) dihadapkan pada situasi sulit.
Pasalnya, untuk mengorbit di Mars, MAVEN harus membakar enam roketnya. Jika proses ini berhasil, maka akan memangkas kecepatan MAVEN. Sehingga cukup untuk pesawat ditangkap gravitasi Mars dan jatuh dalam orbit pengulangan planet merah tersebut.
Dengan begitu, selama enam minggu ke depan MAVEN akan bermanuver sendiri ke orbit operasional yang datang sedekat 93 mil (150 km) dan sejauh 3853 mil (6,200 km) dari permukaan Mars.
Tidak seperti pengorbit Mars sebelumnya, yang menjalankan fungsi pendaratan dan penjelajah, MAVEN akan berfokus pada atmosfer planet untuk meniliti penyebab air hilang dari Mars.
"Di mana air pergi? Mana CO2 (karbondioksida) beralih dari lingkungan awalnya? Bisa turun di kerak atau menghilang di atas atmosfer," ujar pemimpin ilmuwan MAVEN dari University of Colorado, Bruce Jakosky seperti dilansir
Reuters (Minggu, 21/9).
Dengan mempelajari atmosfer Mars, para ilmuwan berharap bisa mengetahui rangkaian proses yang terlibat dalam hilangnya air di Mars. Untuk kemudian dihitung mundur berapa lama hal itu terjadi. Pada akhirnya, para ilmuwan ingin mengetahui apakah Mars memiliki kondisi yang tepat bagi kehidupan untuk berkembang.
[ian]
BERITA TERKAIT: