Hal ini dilakukan guna menghadapi kebengisan militan ISIS yang telah melakukan pembantaian dan dianggap akan memecah belah Irak secara bersama-sama.
Namun begitu, para pemimpin suku dan ulama Sunni ini mengajukan syarat kepada Perdana Menteri Haider al Abadi. Syarat tersebut adalah perdana menteri dari golongan Syiah tersebut menghormati hak-hak minoritas Muslim Sunni yang pernah berkuasa di Irak di bawah rezim Saddam Hussein. Demikian seperti dilansir
Reuters (Sabtu, 16/8).
Pemimpin suku berpengaruh Ali Hatem Suleiman mengatakan, jika syarat tersebut dipenuhi maka baik Sunni maupun suku di Irak akan mengangkat senjata melawan pemberontak ISIS sebagaimana kelompok ini bergabung dengan AS dan pasukan pemerintah pimpinan Syiah saat menggagalkan pemberontakan al Qaeda tahun 2006 dan 2009.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.