"Stop, tolong hentikan. Saya mohon dengan sepenuh hati," pinta Paus pertama asal Argentina itu dalam doa mingguan di St Petrus, Minggu (27/7), sebagaimana dilansir AFP.
Ia mengatakan bahwa kekerasan yang terjadi telah merenggut masa depan anak-anak.
"Saya memikirkan nasib anak-anak yang harapan hidup bermartabat dan masa depannya dirampas. Anak-anak tewas, terluka, dimutilasi, dan yatim piatu. Anak-anak itu tidak tahu bagaimana cara untuk tersenyum," lanjutnya.
Dalam pernyataan yang sekaligus menandai peringatan 100 tahun Perang Dunia I, Paus juga meminta agar semua orang tidak mengulangi kesalahan di masa lalu.
"Mari kita ingat bahwa segala sesuatu hanya hilang dalam perang, tapi tidak ada yang hilang dalam damai," jelasnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: