Trump Hapus Postingan AI Bergambar Dirinya sebagai Yesus

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Selasa, 14 April 2026, 14:45 WIB
Trump Hapus Postingan AI Bergambar Dirinya sebagai Yesus
Unggahan foto Presiden AS, Donald Trump (Foto: X)
rmol news logo Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menuai kontroversi setelah menghapus unggahan di media sosial yang menampilkan dirinya dalam wujud menyerupai Yesus Kristus. 

Postingan yang dibuat dengan kecerdasan buatan (AI) itu sebelumnya memicu gelombang kritik, bahkan dari kalangan konservatif religius yang selama ini menjadi basis pendukungnya.

Unggahan tersebut dibagikan melalui platform Truth Social di tengah memanasnya polemik antara Trump dan Paus Pope Leo XIV. 

Mengutip laporan BBC, Selasa, 14 April 2026, pada gambar yang dibagikan Trump terlihat mengenakan jubah putih dengan selempang merah, atribut yang identik dengan Yesus. 

Dalam ilustrasi bergaya Americana tersebut, ia digambarkan tengah menyembuhkan seorang pasien, dengan latar jet tempur yang melintas di langit serta figur-figur menyerupai malaikat yang mengawasi dari kejauhan.

Kritik keras datang dari penulis konservatif, Megan Basham, yang menilai unggahan tersebut sebagai bentuk penistaan yang tak bisa ditoleransi. 

“Saya tidak tahu apakah presiden mengira dia sedang bercanda atau apakah dia berada di bawah pengaruh suatu zat atau penjelasan apa pun yang mungkin dia miliki untuk penistaan ??agama yang keterlaluan ini. Tetapi dia perlu segera menghapus ini dan meminta maaf kepada rakyat Amerika dan kemudian kepada Tuhan,” tulisnya di platform X. 

Belum ada penjelasan resmi dari Gedung Putih terkait alasan di balik penghapusan unggahan tersebut. 

Namun tekanan publik yang meluas diduga menjadi faktor utama di balik keputusan itu, mengingat reaksi keras datang tidak hanya dari lawan politik, tetapi juga dari basis internal Trump sendiri.

Ini bukan kali pertama Trump menarik unggahan setelah menuai kecaman luas. 

Sebelumnya, ia juga menghapus konten bernuansa rasial yang menyeret nama mantan Presiden Barack Obama dan mantan Ibu Negara Michelle Obama.

Meski unggahan tersebut telah dihapus, Trump menegaskan tidak merasa perlu meminta maaf kepada Paus Leo XIV. 

"Tidak, saya tidak setuju, karena Paus Leo mengatakan hal-hal yang salah," ujar Trump.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA