Mike Harvey, yang disandera oleh kelompok bersenjata Yaman pada 12 Februari dalam perjalanan dari sebuah lembaga pendidikan di lingkungan kedutaan besar Inggris di ibukota Yaman, Sanaa, kini telah dibebaskan.
"Dia masih ditangani oleh staf di Kedutaan Besar Inggris saat ini dan akan bertemu kembali dengan keluarganya segera," tulis pernyataan Kementerian Luar Negeri Inggris sebagaimana dilansir
Reuters (Sabtu, 26/7).
Harvey merupakan korban ketiga dalam penculikan yang terjadi di Yaman. Sebelumnya, pembalap asal Inggris yang bekerja di bisnis minyak juga diculik pada bulan Februari, dua hari setelah insiden yang sama dialami oleh warga negara Jerman.
Penculikan oleh suku bersenjata di Yaman sering sekali terjadi. Biasanya sandera dibebaskan setelah uang tebusan dibayar. Atas insiden penculikan tersebut, Kementerian Luar Negeri juga sempat menyarankan warga Inggris untuk tidak melakukan perjalanan ke negara itu.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: