Penunjukan itu diumumkan oleh kantor berita resmi Yaman, SABA, pada Kamis waktu setempat, 15 Januari 2026.
Dalam laporannya, SABA menyebutkan bahwa Salem bin Buriek telah menyerahkan surat pengunduran diri kepada Presiden al-Alimi untuk membuka jalan bagi pembentukan pemerintahan baru.
"Bin Buriek mengundurkan diri, memberi jalan bagi pembentukan pemerintahan baru yang mampu mengikuti transformasi yang baru-baru ini dialami negara," bunyi laporan tersebut.
Menanggapi pengunduran diri tersebut, Rashad al-Alimi mengeluarkan dekret presiden yang secara resmi menerima pengunduran diri Salem bin Buriek sekaligus menunjuk Shaya Mohsin Zindani sebagai perdana menteri baru Yaman.
Dalam dekret yang sama, Zindani juga diberi mandat untuk membentuk kabinet pemerintahan yang baru.
Dalam keputusan terpisah, Presiden al-Alimi menunjuk perdana menteri sebelumnya, Salem bin Buriek, sebagai penasihat presiden untuk urusan keuangan dan ekonomi.
SABA juga melaporkan bahwa pemerintahan saat ini akan tetap menjalankan tugas-tugas kenegaraan dalam kapasitas sementara hingga kabinet baru terbentuk secara penuh.
BERITA TERKAIT: