Pertemuan yang digelar atas undangan Paus ketika berkunjung ke Timur Tengah dua minggu lalu itu merupakan pertama yang digelar Vatikan untuk mempertemuan kedua pemimpin negara yang berkonflik.
Namun dalam pertemuan tersebut, Abbas dan Peres tidak melakukan negosiasi ataupun pembicaraan politik. Kedua pemimpin negara itu justru menggelar doa bersama untuk perdamaian di kawasan Timur Tengah, terutama antara Palestina dan Israel.
Doa dilakukan oleh sejumlah pemuka agama dan dibacakan dalam bahasa Arab, Ibrani, dan Italia.
Setelah itu, masing-masing pemimpin negara diberikan waktu untuk menyampaikan doanya.
"Tanpa perdamaian, kita tidak lengkap. Kita belum mendapatkan misi kemanusiaan ini," kata Peres dalam doanya.
"Kendati perdamaian nampaknya jauh, kita harus berusaha untuk menjadikannya dekat," lanjutnya.
Doa serupa juga dipanjatakan oleh Abbas.
"Kami meminta kepada-Mu, Tuhan, untuk perdamaian di Tanah Suci, Palestina dan Yerusalem," doa Abbas.
"Bersama-sama dengan masyarakat, kami mengajak Anda untuk membuat Palestina dan Yerusalem, khususnya, tanah yang aman untuk semua orang yang memiliki keyakinan, tempat berdoa dan beribadah," sambung Abbas.
Sementara itu Paus Francis menyebut bahwa pertemuan tersebut merupakan bentuk tanggapan atas orang-orang yang ingin hidup tanpa permusuhan.
"Saya berharap pertemuan ini akan menjadi perjalanan yang menggabungkan kita, untuk mengatasi apa yang memisahkan kita," kata Paus seperti dilansir
CNN.
[mel]
BERITA TERKAIT: