Para tahanan administratif tersebut menuntut kejelasan hukum, apakah mereka akan segera dibebaskan atau diadili.
"Sekretaris Jenderal mengkhawatirkan laporan mengenai kesehatan tahanan administratif Palestina yang semakin memburuk karena melakukan aksi mogok makan lebih dari sebulan," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric (Jumat, 6/6).
Ia juga menyebut bahwa Ban menyerukan agar para tahanan tersebut segera diberi kepastian hukum, apakah akan dibebaskan atau diadili tanpa ada penundaan lagi.
Seperti dilansir
Reuters, sebanyak 65 tahanan Palestina yang melakukan aksi mogok makan telah dilarikan ke rumah sakit karena kondisi yang memburuk. Namun Israel memastikan bahwa tidak ada satupun dari para tahanan tersebut yang mengalami kondisi kritis.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: