Gunung merapi itu diketahui pertama kali meletus pada Jumat (30/5) pekan lalu dan menciptakan abu yang menganggu penerbangan dari dan ke Australia.
Mengingat aktifitas gunung yang melemah, mayoritas maskapai penerbangan Australia telah menjalankan kembali layanan penerbangannya hari ini. Namun tidak dengan maskapai Jetstar yang meningkatkan prospek gangguan perjalanan, mengingat partikel halus abu vulkanik berpotensi merusak mesin pesawat.
Wakil Perdana Menteri Australia Warren Truss seperti dilansir
BBC telah memperingatkan bahwa gangguan penerbangan tersebut memakan waktu beberapa hari hingga layanan penerbangan dapat kembali berjalan normal sepenuhnya.
Sementara itu juru bicara Darwin Volcanic Ash Advisory Centre, Bri MacPherson menyebut bahwa aktifitas awan saat ini sedang diawasi secara ketat.
"Pada tahap ini gunung berapi telah meletus ke tingkat rendah dan abu telah bergerak ke barat dan ke barat selatan," tandasnya.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: