Kemitraan tersebut dibangun Sony dengan perusahaan Shanghai Oriental Pearl.
Dengan demikian, Sony dapat mulai mengakses sekitar 500 juta gamer di China dengan konsol game produksinya.
China diketahui telah menerapkan larangan konsol game sejak tahun 2000 lalu karena khawatir atas kesehatan mental kaum muda.
Namun pada Januari tahun ini, pemerintah China menyatakan akan membuka peluang bagi perusahaan asing untuk memproduksi dan menjual konsol game di negeri tirai bambu tersebut.
Pasar game China saat ini didominasi oleh game PC, mobile, dan online. Hal itu menjadi potensi untuk pertumbuhan konsol game.
Dengan kemitraan yang dijalin kedua negara, maka Sony mendapatkan 70 persen saham di China.
Dalam penyataannya di Shanghai Stock Exchange, eksekutif dari Shanghai Oriental Pearl menyebut bahwa kemitraan yang dijalin tersebut telah didasarkan pada kebijakan masing-masing negara.
"Sony juga akan bekerjasama dengan tim pengembang game domestik untuk mempromosikan produk-produk original dari platform PlayStation yang kedepan dapat memperbaiki industri game CHina," demikian bunyi pernyataan tersebut seperti dilansir
BBC (Senin, 26/5).
[mel]
BERITA TERKAIT: