Saif sendiri muncul dalam persidangan di Pengadilan Tripoli al-Hadba pada Minggu (27/4) melalui sambungan video. Ia ditahan di kota pegunungan barat Zintan oleh milisi yang menangkapnya sejak tahun 2011 lalu.
Sejak menangkap Said, kelompok milisi enggan menyerahkan Saif kepada pemerintah pusat karena khawatir akan keamanan dan pelanggaran atau penyelewengan hukum yang bisa saja dilakukan oleh pemeintah.
Sidang yang digelar kemarin dilakukan di bawah penjagaan ketat oleh pasukan keamanan dan sejumlah pria bersenjata di sekitar gedung pengadilan.
Dalam dakwaan yang dibacakan hakim, total 23 pejabat di era Ghadafi dituduh atas sejumlah kejahatan seperti pembunuhan demonstran dan upaya untuk menekan pemberontakan tahun 2011 lalu.
Tuduhan kejahatan tersebut diancam dengan hukuman mati.
Seperti dilansir
CNN, di antara 23 pejabat tinggi era Ghadafi yang hadir dalam persidangan terdapat kakak ipar tertua Ghadafi yang juga merupakan mantan kepala intelejen Abdullah al-Senussi, mantan Perdana Menteri Libya al-Baghdadi al Mahmoudi, dan mantan kepala intelijen asing, Buzeid Durda.
Delapan dari 23 terdakwa termasuk Saif, hadir dalam persidangan melalui sambungan video langsung.
Namun, Hakim belum memutuskan hukuman bagi para terdakwa. Sidang sendiri ditunda hingga tanggal 11 Mei mendatang.
[mel]
BERITA TERKAIT: