
Iran dinilai telah memenuhi perjanjian nuklir dengan enam negara kekuatan dunia yakni Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Inggris, China, dan Rusia atau yang dikenal juga dengan P5+1 untuk mengurangi persediaan uraniumnya.
Hal tersebut diungkapkan dalam laporan PBB seperti dilansir
Reuters (Kamis, 17/4).
Sementara itu Badan Energi Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA) juga mengeluarkan laporan serupa, namun menyebut bahwa ada sejumlah keterlambatan bagi Iran untuk membentuk komisi konversi nuklir demi memenuhi seluruh bagian dari perjanjian tersebut.
Diketahui bahwa perjanjian sementara tersebut dibuat Iran dengan enam negara kekuatan dunia dengan jangka waktu enam bulan sejak 20 Januari lalu. Dengan demikian, tenggat waktu perjanjian akan berakhir pada 20 Juli mendatang.
Dalam perjanjian, Iran sepakat untuk menahan sejumlah program nuklirnya dengan imbalan berupa pelonggaran sanksi yang diterapkan negara-negara Barat kepada Iran.
Hal tersebut selain dilakukan untuk membuka diri dengan negara-negara barat juga untuk menyokong perekonomian Iran.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: