"Peluncuran rudal balistik Korea Utara secara jelas melanggar resolusi PBB dan membangun provokasi bagi korea Selatan dan masyarakat internasional," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Korea Selatan, Kim Min-seok, pada Rabu (26/3) seperti dilansir
Yonhap.
Kim menyebut bahwa terdapat dua rudal yang diluncurkan. Pertama pada pukul 2:35 dan yang kedua pada pukul 2:42 dini hari.
Kedua rudal tersebut, jelasnya, diprediksi merupakan jenis Rodong. Jenis rudal tersebut pernah diluncurkan oleh Korea pada tahun 2006 dan 2009.
Rodong merupakan rudal yang diperkirakan memiliki cakupan jarak antara 1.000 hingga 1.500 km, dinilai berbahaya karena mampu membawa hulu ledak nuklir.
Peluncuran rudal tersebut dilakukan beberapa jam setelah Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye, Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, dan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, menggelar pertemuan di Den Haag, Belanda, di sela forum nuklir global untuk mencari kerjasama yang lebih luas terkait denuklirisasi Korea Utara.
Sebelumnya, Korea Utara dikabarkan telah meluncurkan sejumlah rudal berjarak pendek dari pantai timur sejak akhir Februari lalu.
Akan tetapi, Kim juga mengakui bahwa peluncuran rudal tersebut bisa saja merupakan bagian dari protes Korea Utara atas latihan militer bersama Korea Selatan dan Amerika Serikat bulan lalu.
"Serangan rudal dini hari Korea Utara diyakini sebagai bentuk protes terhadap latihan bersama Korea Selatan-Amerika Serikat dan menunjukkan kemampuan infiltrasinya," jelas Kim.
[ald]
BERITA TERKAIT: