"Natalya Vladimirovna Poklonskaya adalah nama Jaksa Agung untuk Republik Otonomi Krimea," kata juru bicara resmi Jaksa Agung Rusia, Maria Gridneva, dalam pernyataannya pada Selasa (25/3) seperti dilansir
Gulf News.
Poklonskaya yang baru berusia 34 tahun tersebut membuat sensasi setelah muncul di hadapan publik setelah Krimea memutuskan untuk keluar dari Ukraina dan bergabung dengan Rusia.
Setelah secara resmi menerima Krimea sebagai bagian dari wilayahnya, Rusia kemudian mengkonfirmasi bahwa Poklonskaya akan menjadi Jaksa Agung untuk Krimea sebagai bagian dari perubahan strukur di Krimea yang menjadi konstituen federasi Rusia.
Poklonskaya menarik perhatian setelah ikut serta dalam konferensi pers 11 Maret lalu, sebelum referendum Krimea. Ia muncul dengan seragam jaksa lengkap berikut dasinya. Parasnya yang manis terlihat kontras dengan ketegangan dan konflik yang sedang terjadi. Dalam sebuah siaran televisi, Poklonskaya menyebut bahwa penampilannya tidak menghambat kariernya di dunia hukum.
"Percayalah, tampilan manis tidak menghambat saya selama 12 tahun bekerja di kantor Kejaksaan," kata Poklonskaya.
Poklonskaya mengutuk pelengseran Presiden Ukraina Viktor Yanukovych dan menyebut
impeachment itu sebagai kudeta ilegal dan pengambilalihan bersenjata.
Ia juga menyebut bahwa dirinya tidak takut dengan isu yang dikeluarkan otoritas baru di Kiev terkait tindak kriminal dirinya.
"Saya bukan kriminal. Saya tidak takut dengan mereka. Keadilan akan menang," tegas Poklonskaya.
[wid]
BERITA TERKAIT: