Dubes Galuzin: Yang Terjadi Adalah Krisis Dalam Negeri Ukraina

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 25 Maret 2014, 17:06 WIB
Dubes Galuzin: Yang Terjadi Adalah Krisis Dalam Negeri Ukraina
Mikhail Galuzin/net
rmol news logo Masalah politik di Ukraina menyusul kejatuhan Presiden Viktor Yanukovych dan pemisahan diri wilayah otonom Krimea adalah masalah internal negara itu dan tidak berkaitan dengan Rusia.

"Yang kita lihat sekarang adalah krisis dalam negeri Ukraina, tidak ada krisis dalam hubungan Rusia-Ukraina," tegas Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin, usai menghadiri Russia-Indonesia Business Dialogue di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan (Selasa, 25/3).

Galuzin menilai kepemimpinan Ukraina saat ini memerintah di bawah banyak tekanan. Di Ukraina, kepemimpinan diusir sebagai akibat dari kudeta bersenjata. Mereka yang sekarang menyebut sebagai pimpinan di Ukraina sangat dipengaruhi oleh tekanan berbagai kekuatan yang bersifat ekstrimis anti-Rusia.

Dengan pemerintahan tersebut, masih kata Galuzin, maka kebijakan negara dibuat di bawah tekanan kelompok-kelompok tersebut.

"Karena penduduk berbahasa Rusia di Ukraina sangat merasa ditekan dari kebijakan pemerintahan di Ukraina, jadi mereka mengambil keputusan di Krimea untuk menggelar referendum pada 16 Maret untuk membahas isu apakah mereka ingin berada dalam negara Ukraina atau keluar, karena pada umumnya (penduduk Krimea) adalah orang berbahasa Rusia," terangnya.

Krisis Ukraina saat ini telah mencapai tahap pelepasan diri wilayah otonomi Krimea untuk kemudian bergabung dengan Rusia. Hal tersebut dilakukan setelah warga Krimea yang mayoritas merupakan orang berbahasa Rusia merasa ditekan setelah Presiden Viktor Yanukovych digulingkan dan kemudian digantikan oleh presiden sementara Oleksandr Turchynov yang didukung oleh negara-negara Barat.

Akibat keputusan Krimea tersebut, negara-negara Barat seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa menerapkan sanksi larangan perjalanan dan pembekuan aset bagi sejumlah pejabat tinggi Rusia. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA