Dua Patung Firaun Amenhotep III Ditemukan Lagi di Luxor

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 24 Maret 2014, 14:30 WIB
rmol news logo Sekelompok arkeolog menemukan dua patung kolosal Firaun Amenhotep III di Kota Luxor Mesir pada Minggu (23/3).

Kedua patung tersebut diperkirakan dibangun di situs asal mereka, candi pekuburan raja di tepi barat Sungai Nil. Candi tersebut terlebih dulu terkenal dengan patung kembar Amenhotep III Memnon Colossi berusia 3.400 tahun yang disebut oleh para arkeolog pernah menguasai dan menandai puncak politik dan budaya peradaban Mesir kuno.

"Dunia hingga saat ini mengetahui dua Memnon Colossi.  Namun mulai hari ini, (dunia) akan tahu empat colossi Amenhotep III," kata arkeolog Jerman-Armenia yang juga memimpin proyek pelestarian candi Amenhotep III, Hourig Sourouzian.

Dua patung yang telah ada sebelumnya berbentuk sosok Firaun yang sedang duduk. Patung tersebut telah diketahui di seluruh dunia. Sedangkan, dua patung yang baru ditemukan, jelas Sourouzian, telah mengalami kerusakan selama berabad-abad akibat faktor alam seperti adanya gempa bumi, pergerakan air, garam, dan perambahan.

"Candi indah ini masih memiliki hal untuk dipelajari dan dilestarikan," jelasnya seperti dilansir AFP.

Salah satu dari dua patung yang baru ditemukan tersebut memiliki berat sekitar 250 ton. Patung tersebut juga menggambarkan tokoh yang duduk dengan tangan bertmupu pada lututnya. Patung tersebut memiliki tinggi 11,5 meter dengan dasar patung setinggi 1,5 meter dan tebal sekitar 3,6 meter.

Tim arkeolog menyebut bahwa patung tersebut kehilangan mahkota ganda. Patung aslinya bisa mencapai tinggi 13,5 meter dan berat 450 ton.

Pada patung pertama yang baru ditemukan, Firaun digambarkan mengenakan pakaian kerajaan berupa rok lipat di pinggang dengan sabuk besar yang dihiasi dengan garis-garis zigzag.

Di samping kaki kanannya, berdiri sesosok perempuan, yakni istri Amenhotep III yang bernama Tiye. Ia menggunakan wig besar dengan gaun panjang ketat. Arkeolog menyebut bahwa di sisi kiri kakinya, sebenarnya berdiri patung ibu ratu Mutemwya. Namun, patung tersebut telah hilang.

Sementara itu, patung kedua menunjukkan Firaun Amenhotep III berdiri. Patung tersebut telah terpasang di gerbang utara candi.

Sourouzian mengatakan bahwa tujuan kerja timnya adalah untuk melestarikan monumen dan candi itu sendiri yang dinilainya telah mengalami kerusakan akibat alam dan tangan manusia.

Firaun Amenhotep III, menurut tim arkeolog, telah mewarisi sebuah kerajaan yang membentang dari Sungai Efrat ke Sudan dan ia berhasil mempertahankan posisi Mesir terutama melalui jalur diplomasi.

Ia menjadi dinasti penguasa ke-18 Mesir dan menjadi raja pada usia sekitar 12 tahun. Ibunya bertindak sebagai pengawas. Amenhotep III sendiri meninggal pada sekitar tahun 1354 SM dan digantikan oleh putranya Amenhotep IV yang lebih dikenal sebagai Akhenaten. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA