Hal tersebut terungkap dalam survei terbaru yang dilakukan oleh King Abdul Aziz National Dialogue Center seperti dilansir
Arab News pada Kamis (20/3).
Akan tetapi dua pertiga responden menyebut bahwa Khutbah Jumat telah memberikan pengaruh dalam hidup mereka.
Survei tersebut dilakukan kepada 685 orang yang dipilih dari 13 wilayah berbeda di Arab Saudi.
52,4 persen responden menyebut bahwa mereka ingin materi khutbah Jumat fokus pada masalah-masalah sosial.
Akademisi dari King Abdulaziz University, Ismail Maritheri menekankan pentingnya Khutbah Jumat dalam mengubah masyarakat dan memperbaharui energi spiritual individu.
Ia mengatakan hasil survei menunjukkan bahwa penting untuk melatih para pemimpin spiritual dalam memberikan khutbah yang lebih menarik.
"Harus ada elemen informasi dan pencerahan, serta metode kondusif dan pengembangan pribadi, sosial, dan keluarga (dalam khutbah)," kata Maritheri.
"Para pengkhutbah yang menyampaikan khutbah harus dapat menginformasikan, memotivasi, menginspirasi dan mencerahkan orang untuk mencapai sukses di dunia dan akhirat," tandasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: