ribuan orang yang tidak bisa menyuarakan hak suaranya marah.
Dari data yang didapat, sekitar 12 juta orang dari total 49 juta pemilih di Thailand, gagal menggunakan hak pilihnya. Seperti di salah satu kabupaten yang diblokade massa anti pemerintah, Din Daeng. Lebih dari seribu orang warganya berunjuk rasa atas kegagalan Pemilu kali ini. Mereka bahkan menuntut bupatinya, Issaramet Kachanukul untuk mengundurkan diri karena dianggap tidak mampu mengatasi masalah ini.
Seperti diketahui, massa anti pemerintah dari Komite Reformasi Demokratis (PDRC) yang telah mendirikan panggung di tengah jalan untuk menghalau petugas KPU menyalurkan kotak dan kertas suara di TPS-TPS di kabupaten Din Daeng.
Sekedar informasi, pemilu Thailand yang digelar hari ini terjadi setelah PM Yingluck Shinawatra membubarkan parlemen Thailand pada Desember 2013 lalu. Pembubaran parlemen dipicu oleh penarikan diri 153 anggota parlemen dari Partai Demokrat yang merupakan oposisi. Penarikan diri tersebut terjadi menyusul aksi protes yang dilayangkan oleh Partai Demokrat dan sejumlah demonstran menuntut mundurnya Yingluck dari kursi perdana menteri dan menuntut dibentuknya dewan rakyat.
Oposisi dan demonstran menuding Yingluck telah membawa pengaruh kakaknya yang juga pernah menduduki kursi Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawarta. Tudingan muncul setelah adanya RUU tentang amnesti yang memungkinkan Thaksin Shinawarta pulang ke negaranya dan lolos dari jeratan hukum terkait kasus korupsi yang menimpanya.
[wid]
BERITA TERKAIT: