Korea Selatan Usul Reuni Keluarga Pertengahan Februari

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 27 Januari 2014, 15:19 WIB
Korea Selatan Usul Reuni Keluarga Pertengahan Februari
rmol news logo Korea Selatan mengusulkan agar penyelenggaraan 'reuni keluarga' dengan Korea Utara digelar pertengahan Februari mendatang.

Usulan tersebut dikirimkan Korea Selatan hari ini (Senin, 27/1), sebagai tanggapan atas tawaran Korea Utara yang dikirimkan tiga hari lalu mengenai penyelenggaraan kembali reuni keluarga tersebut.  Dalam usulannya, Korea Selatan menyebut 17-22 Februari sebagai tanggal acara 'reuni keluarga'. Sedangkan lokasi reuni diagendakan di Gunung Kumgang, kawasan wisata yang terletak di pantai timur Korea Utara.

Selain mengusulkan jadwal reuni keluarga, Korea Selatan juga mengusulkan untuk menggelar pembicaraan dengan Palang Merah di desa perbatasan Panmunjon pada Rabu (29/1) mendatang untuk mendiskusikan detil serta teknis reuni keluarga.

"Kita berharap bahwa Korea Utara akan memberikan tanggapan positif atas usulan kami," kata juru bicara Kementerian Unifikasi bagian hubungan antar Korea, Kim Eui-do.

Reuni keluarga yang terpisah tersebut telah direncanakan sejak tahun lalu, namun belum terlaksana akibat ketegangan politik yang terjadi antara kedua negara.

'Reuni keluarga' merupakan program kerjasama Korea Selatan dan Korea Utara yang dilakukan untuk mempertemukan kembali warga kedua negara yang merupakan keluarga. Mereka terpaksa terpisah akibat Perang Korea yang berkecamuk tahun 1950-1953 lalu. Perang Korea tersebut berakhir dengan perjanjian gencatan senjata dan bukan perjanjian damai. Sehingga, secara resmi, perang tersebut belum usai hingga saat ini. Hal itu pula lah yang menyebabkan ketegangan politik antara kedua negara masih sering muncul.

Akibatnya, sejak saat itu, jutaan warga Korea terpaksa terpisah dari keluarganya. Mereka sulit kembali ke keluarganya, karena antar-warga sipil tidak memiliki cara untuk menjalin komunikasi langsung. Selain itu, kedua negara dibatasi oleh perbatasan yang dijaga ketat, sehingga sulit bagi warga sipil untuk melintas.

'Reuni keluarga' telah dilaksanakan beberapa kali sejak tahun 2000. Tepatnya setelah digelar Korean Summit antara Presiden Korea Selatan saat itu, Kim Dae-jung dan Pemimpin Korea Utara saat itu, Kim Jong-il. Sejak saat itu, telah lebih dari 21.700 anggota keluarga dipertemukan kembali.

Bagi kedua negara, 'reuni keluarga' merupakan isu yang emosional. Karena sebagian besar anggota keluarga yang terpisah sejak Perang Korea, saat ini telah berusia sekitar 70 hingga 80 tahunan. Mereka ingin bertemu dengan kerabat lama yang hilang sebelum mereka meninggal. Demikian seperti dikabakan media Korea Selatan, Yonhap. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA