Throughput pada 2025 berhasil tumbuh signifikan mencapai 25,1 persen atau tercatat total sebesar 128.675 TEUs. Peningkatan tersebut didorong oleh lonjakan ekspor komoditas kopi, tapioka, gliserin dan nanas.
Manager Area IPC TPK Panjang, Anang Subagyono menyatakan bahwa keberhasilan peningkatan throughput petikemas di Pelabuhan Panjang tidak terlepas dari komoditi baru serta pola operasi yang tepat.
“Termasuk mendorong optimalisasi layanan CFS (Container Freight Station) dan rute direct call ekspor ke negara-negara Eropa, China dan Asia tengah,” kata Anang dalam keterangan kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026.
Sementara itu dalam rangka meningkatkan level of service dan memenuhi kebutuhan fasilitas reefer plug bagi pengguna jasa khususnya produk fresh fruit (frozen shrimp, fresh pineapple, fresh bananas), IPC TPK Panjang telah menyediakan fasilitas reefer plug sebanyak 140 unit.
“Ke depan kami akan terus berupaya meningkatkan performance kinerja melalui penguatan operasional dan layanan, antara lain berkolaborasi dengan customer guna menggali potensi baru untuk meningkatkan volume ekspor dari pelabuhan Panjang,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: