"Jika oposisi tidak berpartisipasi maka tidak akan ada konferensi Jenewa," kata Brahimi di Damaskus pada Jumat (1/11) sebelum kembali ke Beirut dalam rangkaian kunjungan regional yang dilakukannya untuk membangun dukungan terhadap pembicaraan damai di Suriah yang juga turut dibantu oleh Rusia dan Amerika Serikat, sebagaimana dikabarkan
Al Jazeera.
Pihak oposisi sendiri terpecah dari pihak yang menolak dan mendukung hadir dalam pembicaraan, yang direncanakan akan digelar pada akhir November.
"Pihak oposisi baik koalisi nasional atau pihak lainnya mencoba mencari cara untuk bisa diwakilkan," kata Brahimi merujuk pada pihak oposisi utama.
Sementara pihak oposisi masih bersikukuh bahwa mereka akan terlibat dalam negosiasi apabila Presiden Suriah Bashar Al-Assad telah dilengserkan.
Pemerintah Suriah juga mengatakan bahwa kecil kemungkinan adanya pembicaraan damai dengan pihak oposisi.
Selain itu, Amerika Serikat, Rusia, dan para perwakilan PBB akan menggelar pertemuan di Jenewa pada Selasa mendatang sebagai bagian dari persiapan menggelar konferensi perdamaian Suriah. Rusia sebagai sekutu dekat Suriah berharap bahwa konferensi damai dapat digelar sebelum akhir tahun ini demi mengakhiri perang sipil di Suriah.
[wid]
BERITA TERKAIT: