Impor Solar C48 Disetop Tahun 2026

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/sarah-alifia-suryadi-1'>SARAH ALIFIA SURYADI</a>
LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI
  • Kamis, 22 Januari 2026, 17:35 WIB
Impor Solar C48 Disetop Tahun 2026
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)
rmol news logo Pemerintah akan melakukan penghentian impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, khususnya untuk jenis tertentu, pada tahun 2026. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya memaksimalkan produksi dalam negeri dan meningkatkan ketahanan energi nasional.

Hal ini dikatakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 22 Januari 2026.

"Sudah kita putuskan tidak melakukan impor (solar) di C48," ujar Bahlil.

Meski demikian, Bahlil mengakui masih ada keterbatasan kapasitas kilang nasional yang membuat impor belum bisa dihentikan sepenuhnya dalam waktu dekat. 

Sementara untuk bensin, pemerintah menilai ketergantungan impor masih belum terhindarkan hingga beberapa tahun ke depan. 

"Untuk bensin, RON 92, 95, 98, tetap kita masih melakukan impor sampai dengan 2027 ketika ekspansi produksi RDMP (Refinery Development Master Plan) di kilang dalam negeri sudah mencukupi," kata Bahlil.

Pemerintah menargetkan proyek pengembangan dan peningkatan kapasitas kilang (RDMP) sebagai kunci pengurangan impor BBM secara berkelanjutan.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA