Hal ini dikatakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 22 Januari 2026.
"Sudah kita putuskan tidak melakukan impor (solar) di C48," ujar Bahlil.
Meski demikian, Bahlil mengakui masih ada keterbatasan kapasitas kilang nasional yang membuat impor belum bisa dihentikan sepenuhnya dalam waktu dekat.
Sementara untuk bensin, pemerintah menilai ketergantungan impor masih belum terhindarkan hingga beberapa tahun ke depan.
"Untuk bensin, RON 92, 95, 98, tetap kita masih melakukan impor sampai dengan 2027 ketika ekspansi produksi RDMP (Refinery Development Master Plan) di kilang dalam negeri sudah mencukupi," kata Bahlil.
Pemerintah menargetkan proyek pengembangan dan peningkatan kapasitas kilang (RDMP) sebagai kunci pengurangan impor BBM secara berkelanjutan.
BERITA TERKAIT: