Rudal yang ditemukan PBB itu merupakan rudal buatan lama dari Uni Soviet. Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyatakan, pernyataan yang menyinggung rudal buatan bekas negara induk dari Rusia itu merupakan bentuk provokasi yang cerdas, namun juga primitif.
"Kami memiliki setiap alasan untuk percaya bahwa itu adalah provokasi. Tentu saja, itu cerdas dan pintar. Tapi pada saat yang sama, primitif dalam hal kinerja teknis. Mereka mengambil rudal tua buatan Uni Soviet, yang diperbaiki dari tentara Suriah beberapa waktu lalu. Yang terpenting adalah terdapat tulisan 'made in the USSR')," kata Putin dalam forum diskusi Valday pada hari Kamis (19/9), seperti ditulis Russia Today.
Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Bidang Ekonomi Suriah, Qadri Jamil, seperti yang dikutip dari the Guardian, menilai bahwa rudal yang ditemukan PBB tersebut merupakan rudal lama buatan Uni Soviet yang diekspor ke Libya pada era 1970-an.
Putin menyatakan bahwa bahan kimia yang digunakan dalam serangan senjata harus benar-benar diselidiki, begitu juga mereka yang berada di balik itu.
Putin juga menyindir tindakan Amerika Serikat yang sebelumnya memiliki rencana serangan militer terhadap Suriah. Menurutnya, langkah-langkah seperti serangan militer tidak bisa memecahkan setiap masalah internasional. Karena itu, Putin menilai lebih baik permasalahan Suriah dibawa ke Dewan Keamanan PBB daripada dibahas di Kongres Amerika Serikat.
"Itu (serangan militer) dapat menyerang tatanan dunia, tapi bukan Suriah," katanya.
Di sisi lain Putin mengatakan bahwa dirinya tidak 100 persen yakin bahwa pemerintahan Suriah benar-benar akan memenuhi sepenuhnya kesepakatan pembongkaran senjata miliknya. Namun, ia menilai bahwa perkembangan terakhir memberikan tanda-tanda positif dari Suriah.
Awal bulan ini, Rusia dan Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan pada kerangka kerja terkait penyerahan dan penghancuran senjata kimia Suriah pada pertengahan 2014. Suriah juga setuju untuk bergabung dengan konvensi senjata kimia yang melarang produksi dan penggunaan senjata kimia.
"Ini adalah langkah-langkah praktis yang telah dibuat pemerintahan SUriah," kata Putin.
PBB mengkonfirmasi bahwa pada Minggu kemarin telah menerima seluruh data dan dokumen Suriah yang dibutuhkan untuk bergabung dengan konvensi senjata kimia. Suriah akan menjadi anggota pada 14 Oktober mendatang.
[ald]
BERITA TERKAIT: